Senin, 09 September 2013

Peran Intelektual Muda dalam Berdakwah

Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang berisi petunjuk kepada manusia supaya mampu melahirkan peradaban di dunia. Islam juga lahir sebagai rahmatal lil ‘alamini dalam membangun peradaban. Islam telah membuktikan kedatangannya sebagai pembawa perubahan. Dimana kehidupan jahiliah terus berubah ketika datangnya Islam. Tatanan hidup masyarakat jahiliah terus berubah kearah yang lebih baik dan sesuai dengan aturan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sejarah juga telah membuktikan hal itu. Ketika kita mengulas kembali sejarah Aceh, tatanan hidup yang berlandaskan Al-Quran dan hadist  mampu membawa daerah Aceh sebagai daerah yang mempunyai peradaban islam yang sangat pesat. Bahkan Aceh sendiri memiliki gelar sebagai Serambi Mekkah..
Namun Aceh sekarang bukanlah Aceh yang dulu. Sekarang para generasi muda mulai menutup mata terhadap tanggung jawab sebagai penerus bangsa. Tanggung jawab dalam menjaga marwah Aceh sebagai negeri syariat. Begitu banyak generasi muda sekarang yang mulai lupa terhadap amar ma’ruf nahi mungkar. Bahkan generasi muda sekarang  begitu mudah untuk di provokasi dan di manipulasi oleh dunia barat. Belum hilang dari ingatan kita dengan ajaran-ajaran sesat yang datang ke Aceh selama ini. hampir semua yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa, kaum-kaum intelektual muda yang menjadi target mereka. Memang kerja dunia barat itu tidak akan pernah berhenti mempengaruhi kita umat islam sampai kita mengikuti mereka.(QS Al-Baqarah (2): 120)
Analisis
Di zaman sekarang ini, kita harus mampu untuk memposisikan diri kita selaku umat terbaik. Yaitu umat yang terus menyeru kepada kebaikan dan terus mencegah dari kemungkaran.(QS.Ali Imran(3):110) Kita juga harus mempertahankan popularitas kita selaku umat terbaik di muka bumi ini. Bukan berarti kita hanya bisa membanggakan diri tapi kita harus terus membuktikan posisi kita selaku umat terbaik.
Dalam era globalisasi ini, generasi muda semakin di seret kearah perkembangan zaman sehingga menjauh dari ajaran agama. Di sinilah generasi muda harus bisa melawan arus perkembangan itu karena generasi muda adalah sasaran dari perkembangan dunia saat ini.( Jurnal Ar-Raniry, Maret-Agustus 2003:12) Tanggung jawab pemuda untuk bangsa begitu besar. Bukan hanya mampu sebagai agent of change atau iron stock tapi juga harus bisa sebagai penyampai kebenaran (agent of social contol ) karena ketiga itu merupakan fungsi strategis seorang mahasiswa.( Karya Ilmiah Mahasiswa IAIN Ar-Raniry,2010:285) Mahasiswa bukan hanya memiliki tanggung jawab akademis. Mahasiswa juga mempunyai peran besar dalam memajukan bangsa. Bukankah Negara kita ini lahir juga karena peran para pemuda?
Jalan yang perlu dilakukan oleh intelektual muda sekarang adalah dengan berdakwah. Yang mana dakwah harus menjadi tanggung jawab mahasiswa secara umum karena dengan menghidupkan dunia dakwah, maka kesesatan yang terjadi dalam kalangan mahasiswa pun  akan hilang sebab kesesatan mengincar para insan kampus selama ini yang menjadi tulang punggung bangsa
Dalam revolusi perkembangan teknologi komunikasi yang terus berkembang pesat, peran mahasiswa harus selalu nyata dalam revolusi tersebut. Konstribusi para mahasiswa juga harus besar dan harus sesuai dengan ketentuan Al-Quran dan hadist. Sebab dunia dakwah bukanlah dunia sempit,. Setiap mahasiswa memiliki peran aktif dalam berdakwah. Baik itu Dakwah Bil Lisan  atau  Dakwah Bil Hal. Namun untuk zaman sekarang ini, dakwah bil hal  bisa di jadikan jalan pertama untuk berdakwah secara bertahap dan memunculkan peran nyata mahasiswa dalam berdakwah. Paling tidak kita mampu membenci kemaksiatan. seperti dalam sebuah hadist:  Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.( HR Muslim )
Sebagai kaum pembersatu umat, para mahasiswa harus bisa membentuk sebuah ikatan dalam menyeru untuk segala kebaikan dan mecegah dari yang mungkar.(QS. Ali Imran :104) karena kekuatan para mahasiswa memiliki pengaruh besar dalam masyarakat sebab mahasiswa itu sebagai penyambung lidah dari pada masyarakat. Di mana hanya mahasiswa yang mampu membangun dan mempererat kekuatan dalam masyarakat, Tugas dakwah bukan hanya berdiri di atas mimbar dengan suara lantang tetapi harus mampu berperan aktif dalam masyarakat dan sama-sama berada dalam masyarakat. Peran mahasiswa tidak lagi pasif dalam sebuah tindakan namun harus aktif. Sebab dengan sebuah kerja nyata, berarti kita telah menghidupkan dakwah sebagai pembawa perubahan.
Begitu banyak dakwah yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa. Bukan hanya dakwah dengan tulisan dan pesan-pesan verbal. Tetapi kita juga harus bisa mencerminkan perilaku kita sebagai kaum intelektual. Baik itu dalam bersikap, berfikir, maupun dalam bertindak. Terlebih jika kita mampu mempergunakan media-media social dalam berdakwah. Ketika kita mampu menguasai media dalam berdakwah, maka dakwah yang kita lakukan akan terasa mudah untuk di sampaikan dalam masyarakat. Karena setiap yang di lakukan oleh mahasiswa, masyarakat akan bercermin dan mengamati semua itu. Semua yang di lakukan selalu terikat dengan penilaian dalam masyarakat sehingga mahasiswa juga bisa berperan sebagai pengontrol social dalam masyarakat sehingga masyarakat memiliki aturan social yang baik dan benar.
Solusi
            Mahasiswa juga berperan aktif dalam membasmi kemungkaran dalam negara. Melakukan demo bukanlah hal yang terbaik. Namun yang mesti kita lakukan adalah berdakwah terhadap diri kita sendiri dalam membangun sikap dan sifat. Dengan  bercermin kepada sikap uswatun hasanah Rasulullah dan sifat beliau. Karena dengan perubahan sikap, maka kita telah merubah negara ini kearah yang lebih baik dengan lahirnya inltelektual muda yang tidak hanya memiliki intelektual yang tinggi namun juga memiliki sifat yang terpuji.

Dalam dakwah saat ini, kerja nyata harus bisa di lakukan oleh mahasiswa. Harus bisa bersatu dalam berdakwah tanpa ada sikap saling menyalahkan. Mahasiswa harus memiliki rasa keprihatinan terhadap kemerosotan bangsa. Peran mahasiswa harus selalu memberi suritauladan yang baik kepada yang lain. Mahasiswa juga harus membangun pikiran-pikiran yang positif dalam masyarakat sehingga terciptanya ketentraman dalam masyarakat.

Kini setiap mahasiswa harus memiliki keberanian. Yaitu keberanian  menghidupkan naluri amar ma’ruf nahi mungkar sehingga masyarakat pun tertular dengan naluri tersebut dan akan terus mengakar dalam diri sehingga naluri dakwah pun bisa hidup dalam setiap individu muslim. sehingga ketika melihat sebuah kemungkaran, maka rasa ingin melawan kemungkaran itu lahir. Dengan sikap demikian yang lahir dalam masyarakat maka kita mampu melahirkan kembali peradaban islam. Yaitu peradaban yang telah lama hilang. Dan mampu menjadikan Aceh sebagai baldatun thaibul warabbur rhafur dan benar-benar kota syariat islam yang kaffah.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar