Latar Belakang Masalah
Islam
adalah agama yang berisi petunjuk kepada manusia supaya mampu melahirkan
peradaban di dunia. Islam juga lahir sebagai rahmatal lil ‘alamini dalam membangun peradaban. Islam telah
membuktikan kedatangannya sebagai pembawa perubahan. Dimana kehidupan jahiliah
terus berubah ketika datangnya Islam. Tatanan hidup masyarakat jahiliah terus
berubah kearah yang lebih baik dan sesuai dengan aturan Allah SWT dan
Rasulullah SAW. Sejarah juga telah membuktikan hal itu. Ketika kita mengulas
kembali sejarah Aceh, tatanan hidup yang berlandaskan Al-Quran dan hadist mampu membawa daerah Aceh sebagai daerah yang
mempunyai peradaban islam yang sangat pesat. Bahkan Aceh sendiri memiliki gelar
sebagai Serambi Mekkah..
Namun
Aceh sekarang bukanlah Aceh yang dulu. Sekarang para generasi muda mulai
menutup mata terhadap tanggung jawab sebagai penerus bangsa. Tanggung jawab
dalam menjaga marwah Aceh sebagai negeri syariat. Begitu banyak generasi muda
sekarang yang mulai lupa terhadap amar
ma’ruf nahi mungkar. Bahkan generasi muda sekarang begitu mudah untuk di provokasi dan di manipulasi
oleh dunia barat. Belum hilang dari ingatan kita dengan ajaran-ajaran sesat
yang datang ke Aceh selama ini. hampir semua yang menjadi korban adalah
generasi penerus bangsa, kaum-kaum intelektual muda yang menjadi target mereka.
Memang kerja dunia barat itu tidak akan pernah berhenti mempengaruhi kita umat
islam sampai kita mengikuti mereka.(QS Al-Baqarah (2): 120)
Analisis
Di
zaman sekarang ini, kita harus mampu untuk memposisikan diri kita selaku umat
terbaik. Yaitu umat yang terus menyeru kepada kebaikan dan terus mencegah dari
kemungkaran.(QS.Ali Imran(3):110) Kita juga harus mempertahankan popularitas
kita selaku umat terbaik di muka bumi ini. Bukan berarti kita hanya bisa
membanggakan diri tapi kita harus terus membuktikan posisi kita selaku umat
terbaik.
Dalam
era globalisasi ini, generasi muda semakin di seret kearah perkembangan zaman
sehingga menjauh dari ajaran agama. Di sinilah generasi muda harus bisa melawan
arus perkembangan itu karena generasi muda adalah sasaran dari perkembangan
dunia saat ini.( Jurnal Ar-Raniry, Maret-Agustus 2003:12) Tanggung jawab pemuda
untuk bangsa begitu besar. Bukan hanya mampu sebagai agent of change atau iron
stock tapi juga harus bisa sebagai penyampai kebenaran (agent of social contol ) karena ketiga itu
merupakan fungsi strategis seorang mahasiswa.( Karya Ilmiah Mahasiswa IAIN
Ar-Raniry,2010:285) Mahasiswa bukan hanya memiliki tanggung jawab akademis. Mahasiswa
juga mempunyai peran besar dalam memajukan bangsa. Bukankah Negara kita ini lahir
juga karena peran para pemuda?
Jalan
yang perlu dilakukan oleh intelektual muda sekarang adalah dengan berdakwah. Yang
mana dakwah harus menjadi tanggung jawab mahasiswa secara umum karena dengan
menghidupkan dunia dakwah, maka kesesatan yang terjadi dalam kalangan mahasiswa
pun akan hilang sebab kesesatan mengincar
para insan kampus selama ini yang menjadi tulang punggung bangsa
Dalam
revolusi perkembangan teknologi komunikasi yang terus berkembang pesat, peran
mahasiswa harus selalu nyata dalam revolusi tersebut. Konstribusi para
mahasiswa juga harus besar dan harus sesuai dengan ketentuan Al-Quran dan
hadist. Sebab dunia dakwah bukanlah dunia sempit,. Setiap mahasiswa memiliki
peran aktif dalam berdakwah. Baik itu Dakwah
Bil Lisan atau Dakwah Bil Hal. Namun untuk
zaman sekarang ini, dakwah bil hal bisa di jadikan jalan pertama untuk berdakwah
secara bertahap dan memunculkan peran nyata mahasiswa dalam berdakwah. Paling
tidak kita mampu membenci kemaksiatan. seperti dalam sebuah hadist: Barang siapa di antaramu melihat
kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya
(kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ;
dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak
setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.( HR Muslim )
Sebagai
kaum pembersatu umat, para mahasiswa harus bisa membentuk sebuah ikatan dalam
menyeru untuk segala kebaikan dan mecegah dari yang mungkar.(QS. Ali Imran
:104) karena kekuatan para mahasiswa memiliki pengaruh besar dalam masyarakat
sebab mahasiswa itu sebagai penyambung lidah dari pada masyarakat. Di mana
hanya mahasiswa yang mampu membangun dan mempererat kekuatan dalam masyarakat, Tugas
dakwah bukan hanya berdiri di atas mimbar dengan suara lantang tetapi harus
mampu berperan aktif dalam masyarakat dan sama-sama berada dalam masyarakat.
Peran mahasiswa tidak lagi pasif dalam sebuah tindakan namun harus aktif. Sebab
dengan sebuah kerja nyata, berarti kita telah menghidupkan dakwah sebagai
pembawa perubahan.
Begitu
banyak dakwah yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa. Bukan hanya dakwah
dengan tulisan dan pesan-pesan verbal. Tetapi kita juga harus bisa mencerminkan
perilaku kita sebagai kaum intelektual. Baik itu dalam bersikap, berfikir,
maupun dalam bertindak. Terlebih jika kita mampu mempergunakan media-media
social dalam berdakwah. Ketika kita mampu menguasai media dalam berdakwah, maka
dakwah yang kita lakukan akan terasa mudah untuk di sampaikan dalam masyarakat.
Karena setiap yang di lakukan oleh mahasiswa, masyarakat akan bercermin dan
mengamati semua itu. Semua yang di lakukan selalu terikat dengan penilaian
dalam masyarakat sehingga mahasiswa juga bisa berperan sebagai pengontrol
social dalam masyarakat sehingga masyarakat memiliki aturan social yang baik
dan benar.
Solusi
Mahasiswa juga berperan aktif dalam
membasmi kemungkaran dalam negara. Melakukan demo bukanlah hal yang terbaik.
Namun yang mesti kita lakukan adalah berdakwah terhadap diri kita sendiri dalam
membangun sikap dan sifat. Dengan bercermin kepada sikap uswatun hasanah Rasulullah dan sifat beliau. Karena dengan
perubahan sikap, maka kita telah merubah negara ini kearah yang lebih baik
dengan lahirnya inltelektual muda yang tidak hanya memiliki intelektual yang
tinggi namun juga memiliki sifat yang terpuji.
Dalam
dakwah saat ini, kerja nyata harus bisa di lakukan oleh mahasiswa. Harus bisa
bersatu dalam berdakwah tanpa ada sikap saling menyalahkan. Mahasiswa harus
memiliki rasa keprihatinan terhadap kemerosotan bangsa. Peran mahasiswa harus
selalu memberi suritauladan yang baik
kepada yang lain. Mahasiswa juga harus membangun pikiran-pikiran yang positif
dalam masyarakat sehingga terciptanya ketentraman dalam masyarakat.
Kini
setiap mahasiswa harus memiliki keberanian. Yaitu keberanian menghidupkan naluri amar ma’ruf nahi mungkar
sehingga masyarakat pun tertular dengan naluri tersebut dan akan terus mengakar
dalam diri sehingga naluri dakwah pun bisa hidup dalam setiap individu muslim. sehingga
ketika melihat sebuah kemungkaran, maka rasa ingin melawan kemungkaran itu
lahir. Dengan sikap demikian yang lahir dalam masyarakat maka kita mampu
melahirkan kembali peradaban islam. Yaitu peradaban yang telah lama hilang. Dan
mampu menjadikan Aceh sebagai baldatun
thaibul warabbur rhafur dan benar-benar kota syariat islam yang kaffah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar